Thursday, March 17, 2016

52 Tahun IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah)

Foto dari: http://kebumen.muhammadiyah.or.id/artikel-sejarah-berdirinya-ikatan-mahasiswa-muhammadiyah-detail-321.html 

 Foto dari WA group Kornas Fokal IMM



Foto dari Facebook Ramadhoni Adiyatama

Djazman Alkindi, salah satu pendiri IMM
Foto dari Facebook Sudarnoto Abdul Hakim


KELAHIRAN YANG DIPERSOALKAN
Penulis : Farid Fathoni AF
Diterbitkan Oleh PT Bina Ilmu, Jl Tunjungan 53 E, Surabaya 60275
Cetakan Pertama, 1990
Foto dari: http://kaderbijaksana.blogspot.jp/2015/12/kelahiran-yang-dipersoalkan.html 
Download buku ini

Foto dari WA group Forsilat IMM Ciputat
Download buku ini

Foto dari:
http://mimindigenous.blogspot.jp/2013/05/tak-sekadar-merah-buku-baru.html 
 Foto dari: http://mimindigenous.blogspot.jp/2014/05/genealogi-kaum-merah-pemikiran-dan.html






MENYAMBUT MILAD IMM KE-52
"Kontribusi saya ke Muhammadiyah selama lbh dari 50 th, tak ada artinya dibanding kontribusi Muhammadiyah dlm membangun pribadi saya, terutama saat-saat indah sebagai aktivis Ikatan".

Keterangan Gambar kanan atas:
Rombongan DPP IMM sehabis salat di Mesdjid Baiturahman, Istana Merdeka Nov 1964, berpose brsm bbrp anggota Cakrabirawa, Patwal Presiden RI.
DPP IMM brsm KHA Badawi, Ketua PP Muhammadiyah baru menyerahkan Bintang Muhammadiyah kpd Bung Karno, Pemimpin Besar Revolusi.
Dipojok kiri bawah alm Mas Djazman al Kindi (Ketua DPP IMM) dan saya dipojok kanan atas. Di atas alm Mas Djazman, alm Mas Zuhdi (Wkl Ketua DPP IMM, terakhir WaGub Jatim). Ada Bu Hadiroh PP Aisyiyah sekarang di brs belakang dan Pak Rosyad Sholeh.

LESSONS LEARNED
1. Sebaik-baik kaderisasi dlm Muhammadiyah adalah keterlibatan aktivis Ikatan, dlm berbagai bentuk praksis kegiatan persyarikatan diberbagai bidang dan tingkatan.
Darul Arqom penting, tapi tanpa keterkibatan dlm praksis, DA akan lbh banyak bersifat wacana.
2. Jangan pernah bersikap & beranggapan bhw kita sbg kader telah begitu besar sumbangan kita ke Muhammadiyah, sehingga kita mengaggap persyarikatan sbg milik kita, dan kita merasa berhak meng"acak-acak" Muhammadiyah semau kita dg melupakan paugeran / tata-tertib organisasi.
Nasehat Buya Syafii Maarif patut diteladani, bhw "tanpa Muhammadiyah, saya hanya akan menjadi guru SD Inpres di Desa IDT di Sumatra Barat".
Juga, tanpa Muhammadiyah saya hanya akan jadi gelandangan Ibukota, bergelantungan di bus kota, tanpa seorangpun kenal& menyapa
3. Muhammadiyah sbgmn disebut Prof James L Peacock (North Caroline University) adalah "The Largest Islamic Humanutarian Movement" in the world.
Oleh karena itu, sebagai aktivis persyarikatan, jangan sesekali kita pernah merasa kecil.
Muhammadiyah yg didukung oleh tak kurang dari 30.000 unit organisasi dari Pusat hg ke ranting, ribuan lembaga amal usaha dan puluhan juta kader & anggota, juga dicatat sbg MEGA NGO dan gerakan masyarajat sipil Islami terbesar di dunia, yg sekaligus bersama Saudara kita kaum Nahdiyin, dianggap sbg kelompok Islam moderat dan pilar serta pengawal demokratisasi tanah air (Douglass Ramage & Andrew Mc Tyre, Seeing Indonesia as a Normal Country).
Selamat mensyukuri MILAD IMM ke-52.
Salam juang utk segenap kader; aktivis dan para akumni IMM.
We are proud of you.
"Hanya padaMU Ya ALLAH hamba sembah menghadap",
"Hanya padaMU ya TUHAN hamba palingkan harap".

Arkamaya House, Ciputat, 13 Maret 2016

Foto dan keterangan dari Facebook Sudibyo Markus, salah satu pendiri IMM

Foto dari Facebook Dede Haris Sumarno

No comments:

Post a Comment